Sehat merupakan hal mahal dalam hidup ini. Sekedar berbagi cerita melewatkan pergantian hari semalam dengan berjibaku dengan waktu untuk Ghaida, bidadariku.

Setelah sejak kamis pagi panas tubuhnya naik, tadi malam secara mengejutkan suhunya turun pada kondisi normal. Penurunan itu diikuti dengan munculnya bintik merah yang awalnya di telapak kaki kemudian menjalar di seluruh tubuh. Mengingat waktu sudah jam 11 malam, rasanya tidak mungkin telepon Mas Iwan untuk konsultasi. Jalan singkat yang kutempuh adalah mencari referensi melalui google. Menakutkan, karena ternyata munculnya bntik merah dan penurunan suhu tubuh setelah 3-4 hari panas adalah fase kritis Demam Berdarah (DB). Spontan kuhubungi rumah sakit terdekat untuk menanyakan layanan laboratorium, dan alhamdulillah RSI Muhammadiyah menyediakan layanan laboratorium 24 jam.

Lebih kurang jam 12 malam, Ghaida dibawa ke RSI M Kendal dan langsung masuk UGD. Pelayanan ramah dari bu dokter jaga dan para perawat memungkinkan Ghaida untuk mendapatkan layanan pengecekan darah routine dan widal dari laboratorium, meskipun awalnya perawat sempat akan menginfus Ghaida.

Dag dig dug, setengah jam menunggu hasil lab. Terbayang Ghaida harus kembali terbaring di Rumah Sakit dengan selang infus di tangan. Memang meskipun suhu nya panas dingin, Ghaida tetap saja ceria, tidak menampakkan wajah lesu. Hanya memang selalu ingin dekat dengan ayahnya.

Syukur alhamdulillah, setelah hasil lab keluar, ternyata negatif DB, dan oleh dokter hanya diberi obat turun panas. Alhamdulillah, layanan ramah RSI Muhammadiyah Kendal di tengah malam memberikan kepuasan tersendiri bagiku.

Sesampai di rumah, berulangkali kulihat print out hasil lab darahnya. Tidak ada yang mengkwatirkan, semua normal saja, tapi kenapa ya dalam 4 hari suhu tubuhnya naik turun ?? Jam 2 pagi, ditemani Ghaisan yang semalaman ikut berjaga, kucoba mencari referensi lewat google sambil menyamakan dengan kondisi Ghaida. Ada 1 kemungkinan terdekat meskipun belum teruji secara klinis, yakni bahwa Ghaida terkena Infeksi Saluran Kencing (ISK).

Gejalanya memang beberapa kali menunjuk perut bagian bawah, pertanda mungkin dia merasakan nyeri. Setiap kali dipakaikan diapers selalu menolak, bahkan minta dilepas. Pernah semalaman tidak mau pipis karena mengenakan diapers. Malam sebelum dibawa ke Rumah Sakit bahkan Ghaida minta diantar ke kamar mandi untuk pipis.

Subhanallah, ada pelajaran berharga dari kejadian semalam. Kewajiban orang tua untuk terus belajar untuk tetap survive mendampingi anak tumbuh dan berkembang. Diapers, meski dianggap praktis, namun sepertinya mulai tidak cocok untuk Ghaida. Mulai sekarang biar Ghaida belajar pipis di kamar mandi, atau kalaupun pipis saat tidur, biarkan saja, toh lama-lama akan risih sendiri. Alhamdulillah hadirnya teknologi membuat kita memiliki banyak referensi sebelum mengambil sebuah keputusan. Selalu dan terus belajar