Memandang wajah lugu dan lucu kalian adalah obat yang paling mujarab untuk kepenatan ayah. Sambutan kalian di depan pintu ketika ayah datang adalah kebahagiaan yang tak kan pernah terbayar oleh apapun juga. Anakku Ghaisan dan Ghaida, pagi ini ayah membaca tulisan guru ayah http://www.jamilazzaini.com/ membuat ayah teringat pada kalian. Sudah lama sekali ayah ingin membuat tulisan tentang kalian namun ayah selalu bersembunyi dibalik tameng kesibukan

Anakku Ghaisan, setiap pagi ayah harus membangunkanmu, memandikanmu, menyuapimu, menyiapkanmu, dan mengantarkanmu berangkat sekolah semata-mata bukan untuk kebaikanmu nak, tapi kelak engkaulah yang akan menjaga ayah. Ayah memimpikanmu menjadi hafidz bukan semata-mata untuk masa depanmu nak, tapi karena kelak engkaulah menjadi wali nikah bagi adikmu jikalau ayah telah tiada. Ayah menemanimu kala engkau memaksa ayah mengantarmu ke bandara sekedar untuk menyaksikan pesawat take off, bukan semata-mata untuk melihatmu bahagia nak, tapi karena dulu ayah tidak bisa setiap saat bermain di bandara.

Ghaisan Anakku, ayah nggak tega melihatmu menangis karena tidak ada ayah di sisimu ketika kau bangun. Ayah rela terlambat masuk kantor karena ayah tau kata yang pertama kau ucap dan orang yang pertama kau cari setiap kau bangun tidur adalah ayah. Ayah rela mengantarmu ke sekolah setiap pagi karena ayah tau mungkin engkau akan banggakan ayah pada teman-temanmu.

Si cantik Ghaida, ayah bahagia banget melihatmu selalu meminta ayah memakaikanmu jilbab setiap kali mengajak ayah jalan-jalan keluar. Meski begitu, ayah minta maaf karena setiap engkau bangun, ayah sudah jauh dari sisimu.

Anakku, mungkin memang tak banyak waktu ayah buat kalian. Namun ayah janji, ketika di rumah, semua waktu ayah adalah milik kalian. Ayah kan temani kalian bermain game di laptop, ayah kan temani kalian bermain sepeda, bermain lompat-lompat dengan donkey, menggelar semua mainan di lantai, dan melakukan apapun yang kalian inginkan walau terkadang ayah benar-benar letih hingga kadang ayah lebih dahulu terlelap.

Anakku, ayah sering menangis setiap kali memandikan kalian. Terbayang kelak ketika jasad ayah telah terbujur kaku, kalian lah yang akan memandikan ayah. Air mata ayah sering menetes ketika kalian minta dipijat seusai mandi karena terbayang kelak kalianlah yang akan merawat jasad ayah hingga dikafani. Seusai menunaikan sholat berjamaah di masjid bareng mas Ghaisan, mas Ghaisan sering bertanya kenapa ayah menangis ??. Nak, terbayang ketika kelak ayah sudah terbujur kaku di depan sana, engkau lah yang akan berdiri di depan menjadi imam mensholatkan jenazah ayah. Dan doa kalianlah yang selalu ayah nantikan tatkala jasad ayah telah menjadi santapan cacing dan belatung.

Anakku, ayah akan lakukan apapun yang terbaik untuk kalian, ayah rela mengorbankan apapun untuk kalian. Ijinkan ayah ya nak ….