Dalam mekanika klasik, momentum adalah hasil perkalian dari massa dan kecepatan
Massa merupakan besaran skalar, sedangkan kecepatan merupakan besaran vektor. Perkalian antara besaran skalar dengan besaran vektor akan menghasilkan besaran vektor. Jadi, momentum merupakan besaran vektor. Momentum sebuah partikel dapat dipandang sebagai ukuran kesulitan untuk mendiamkan benda. Sebagai contoh, sebuah truk berat mempunyai momentum yang lebih besar dibandingkan mobil yang ringan yang bergerak dengan kelajuan yang sama. Gaya yang lebih besar dibutuhkan untuk menghentikan truk tersebut dibandingkan dengan mobil yang ringan dalam waktu tertentu.

Adalah perasaan tergelitik saat saya membaca beberapa tulisan menarik dari guru baru saya Jamil Azzaini di http://www.jamilazzaini.com/. Beberapa tulisan ringan yang diangkat dari keseharian yang jika diambil hikmah nya dapat memberikan ibrah (pelajaran) berharga bagi orang lain.

Itulah mungkin yang saya anggap sebagai momentum bagi saya pribadi untuk kembali menulis di 2 blog ini. Situs jejaring sosial boleh dikatakan merupakan kambing hitam saya yang membuat saya lebih asik menarik perhatian orang dengan menulis di dinding “ratapan” dengan hanya berharap jempol atau komentar orang lain.

Hal lain yang saya ingin abadikan adalah sebagian tulisan mungkin tidak saya publikasikan karena terkait dengan privasi. Dan ini kelak akan menjadi kenangan saya untuk kedua buah hatiku, kedua penjaga hatiku Ghaisan Faiz dan Ghaida Zakiya kelak pada saatnya nanti

Semoga momentum ini membawa berkah bagi kehidupan saya dan sekiranya ada yang bermanfaat untuk teman-teman semua, ini toh semua dari Allah