Merasa tercerahkan setelah menonton film Laskar Pelangi arahan sutradara Riri Riza, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merasa perlu untuk ikut  mempromosikan film yang diangkat dari karya novel best seller Andrea Hirata itu.  Presiden Susilo berharap akan banyak orang yang akan menonton film tersebut sehingga ikut juga tercerahkan dan termotivasi setelah menonton film tersebut.

Laskar Pelangi merupakan karya seni berkualitas tinggi. Pesan akan pentingnya pendidikan disampaikan dengan jelas. Oleh karena itu saya akan ikut mengiklankan film ini, agar lebih banyak lagi yang menonton, bahkan hingga ke luar negeri,” ujar Presiden Susilo usai menyaksikan film tersebut di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Rabu (8/10) malam.

Makin banyaknya bermunculan film-film berkualitas yang syarat makna, Presiden Susilo berharap akan memicu kebangkitan ekonomi perfilman dan ekonomi kreatif di negeri ini. “Film nasional telah menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Dan semoga akan lebih banyak lagi orang-orang yang membuat film berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Andre Hirata, penulis novel yang menjadi bagian dalam kisah tersebut, mengaku tak pernah menyangka kalau kisah hidupnya di masa lalu itu mendapat perhatian besar dari seorang presiden. “Saya senang mendapat apresiasi positif dari presiden. Enggak menyangka akan seperti ini. Karena pada awalnya novel ini bukan untuk difilmkan. Malah tadinya tidak untuk diterbitkan,” ungkap Andrea.

Bagi Andrea, waktu yang diluangkan Presiden Susilo untuk melihat kisah hidupnya dalam sebuah film merupakan momen yang luar biasa baginya. “Presiden membuat nilai-nilai dalam film ini lebih berarti. Dan membuat film Laskar Pelangi memiliki artikulasi yang lebih luas dari bukunya,” puji Andrea