KURMA
Pulihkan Energi Setelah Berpuasa

Buah Kurma (Phoenik dactylifera) memiliki kandungan kalori tinggi dan mudah dicerna, kondisi ini menjadikannya cocok dikonsumsi seteleh berpuasa. Manfaat istimewa lain kurma adalah adanya zat aktif kalium dan salisilat. Zat ini dapat dipercaya dapat mengurangi risiko serangan stroke, menurunkan demam dan menghilangkan rasa sakit.

Kurma sudah dikenal manusia sejak zaman paleolitik, sekitar 50.000 tahun lampau. Awalnya buah dari keluarga palem ini adalah tanaman liar, dalam perkembanganya kurma menjadi komoditas pertanian andalan bangsa Arab, Pakistan, India, Afrika bahkan Cina.

Sumber Kalori, Vitamin dan Mineral
Sepintas buah kurma mirip dengan buah palem pada umumnya, kulit buah berwarna hijau dan berangsur menguning,coklat akhirnya kehitaman sesuai tingkat kematangan buah. Buah kurma tidak bisa dimakan muda, selain rasanya yang sepet, tekstur daging buah-pun keras dan bergetah. Setelah tua dan matang pati dalam buah akan berubah menjadi glukosa atau fruktosa sehingga rasanya manis.

Selain karbohidrat dalam bentuk gula dan pati, buah kurma juga mengandung beragam vitamin dan mineral penting yang bermanfaat untuk tubuh. Dalam setiap 100 gr kurma terkandung vitamin A 50 IU, tiamin 0,09 mg, ribovlafin 0,10 mg, niasin 2,20 mg dan kalium 666 mg. Sedangkan mineral penting terkandung adalah magnesium, potassium, dan kalsium.

Mengurangi Resiko Serangan Stroke
Menurut penelitian dr Anwar EL Mufti dari Mesir, kurma mengandung 70 % zat gula(fruktosa). Zat gula ini tidak berbahaya bagi kesehatan karena sudah diolah secara alami. Seperti gula buah pada umumnya, fruktosa mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Untuk orang berpuasa, kurma sangat cocok dikonsumsi saat berbuka untuk mengembalikan energi yang hilang secara cepat setelah seharian berpuasa.

Keuntungan lain dari mengkonsumsi kurma adalah kandungan kaliumnya yang tinggi. Berdasarkan uji klinis, mineral kalium sangat baik untuk kesehatan jantung seperti menjaga denyut jantung teratur, mengaktifkan kontraksi otot , mengatur tekanan darah sehingga mengurangi risiko serangan stroke. Selain kalium, kurma juga mengandung senyawa sejenis hormon (potuchsin) yang dapat mengecilkan pembuluh darah dan mencegah pendarahan pada rahim.

Mineral lain yang bermanfaat adalah magnesium, potassium dan kalsium. Mineral ini sangat diperlukan untuk memelihara dan menjaga kesehatan organ tubuh. Kurma juga tinggi akan serat, serat ini sangat membantu lancarnya proses pencernaan makanan dan mengikat zat-zat karsinogen penyebab kanker dalam tubuh.

Variasi Kurma Dalam Masakan
Selain enak dikonsumsi sebagai buah meja, kurma juga bisa diolah menjadi beragam masakan. Rasanya yang manis dan teksturnya yang menyerupai manisan menjadikan kurma bisa menggantikan fungsi kismis atau sukade dalam olahan cake, roti, kue kering dan puding. Jika Anda mau bereksperimen, masakan seperti nasi goreng dan kari ala Timur Tengah juga lebih istimewa jika menambahkan kurma di dalamnya. Jadi, Selamat Berbuka Puasa Dengan Kurma!.(Budi Sutomo)