Sepertinya belum terlambat:
Berkut Tips Puasa Sehat, agar selepas Ramadhan, tubuh menjadi semakin
sehat.
Sahur:
Mengakhirkan waktu sahur
Tidak makan karbohidrat tinggi (seperti nasi, roti dll).
Makan makanan berenergi tinggi, tapi tidak membuat alat cerna ‘capek’,
seperti: madu, kurma, jus buah.
Baik dan sangat membantu makan protein tinggi hewan/tumbuhan bersel
satu, yaitu spirulina. Karena ber sel satu, maka langsung bisa diserap
tubuh, tanpa harus alat cerna menjadi capek.
Banyak minum

Buka:
Menyegerakan buka.
Cukup minum madu atau kurma, atau jus buah.

Makan malam:
Setelah tarawih
Tidak terlalu banyak
Boleh makan nasi sperti biasa.

Efek Samping:
4 hari pertama akan ‘oleng’: meriang, pusing, bahkan demam. Teruskan saja, ini pertanda proses detoksifikasi berjalan. Tinja akan hitam/lengket. SEtelah 4 hari, tubuh akan menjadi lebih ringan, segar dan lebih sehat.

Setelah Romadhon, semua penyakit, in syaa Allah akan sembuh. Pola makan
seperti di atas, bertujuan untuk colon cleansing dan mengistirahatkan
alat cerna setelah 1 tahun beroperasi.

Mungkin para dokter/perawat pernah mengamati, bahwa setelah Romadhon
pengunjung Rumah Sakit jadi lebih banyak? Mohon sharingnya.. . Hal ini
biasanya karena pola makan saat romadhon malah jadi amburadul. Makan
sahur banyak (takut laper), buka: semua dilahap. Saat Sahur: sisa kolak
saat buka masih disantap juga. Jadi alih-alih mau istirahat alat
cerna-nya, malah lebih diporsir.

Semoga bermanfaat.

“Berpuasa lebih baik buat kamu, jika kamu mengetahui (QS. 2:184)

Diambil dari buku: Always Healthy – Supaya Selalu Sehat (S3)