Ada yang terasa aneh ketika sekitar jam 08.10 wib saya dan Pak Bambang Hartoyo dari Balai PTIKP Jawa Tengah masuk di Kompleks SMA 1 Purworejo. Tidak nampak 1 peserta pun di kompleks sekolah. Dan ternyata benar. Setelah saya dan Pak Bambang bertemu Kepala SMA 1 Purworejo, Bapak M. Hani kami mendapat penjelasan bahwa beliau belum tahu jadwal pelaksanaan pelatihan, begitu pun ketika dikonfirmasi ke pihak Dinas Pendidikan. Akhirnya dengan segenap upaya akhirnya tepat jam 11.00 semua peserta sudah berkumpul dan kegiatan pelatihan dapat dibuka oleh Kepala SMA N 1 Purworejo.

Sungguh sangat luar biasa rasa keingintahuan para peserta yang sebagian besar masih pemula, meskipun ada juga yang profesional. Hal ini dibuktikan dengan keseksamaan mereka mengikuti sesi demi sesi, diskusi yang tampak hidup, dan presentasi yang sangat meyakinkan. Meskipun mereka kemampuan mereka dalam bidang TIK masih sangat pas-pasan (pas ditanya pas bisa…, hehe).

Latar belakang asal sekolah mereka yang sangat beragam justru menjadi jembatan yang sangat kokoh untuk terjadinya interaksi yang harmonis antar peserta. Hal ini yang sangat membahagiakan saya selaku Senior Trainer. Bahkan para peserta minta diberi materi dan waktu bonus yaitu untuk membuat email, bergabung milis, dan membuat blog. Hingga tidak terasa kegiatan berakhir sampai jam 5 sore lebih. Luar biasa…..

Hanya saja ketika di hari terakhir pelatihan terkendala oleh adanya pemadam bergilir listrik oleh PLN, maka materi membuat blog terpaksa ditunda. Sebagai gantinya para peserta berdiskusi tentang rencana ke depan membangun komunitas TIK di sekolah, bahkan dalam kesempatan tersebut para peserta langsung membentuk forum komunikasi Master Trainer Purworejo. Di daulat sebagai ketua, sekretaris, dan bendahara berturut-turut adalah Bapak Irianto Gunawan, Bapak Suryadi dan Ibu Erna Setyowati. Forum tersebut menyepakati bahwa para Master Trainer akan melakukan komunikasi berkala setiap bulan.

Di sela-sela pelatihan, saya mendengar laporan dari peserta tentang kondisi Internet jardiknas yang tidak sampai di client. Sebagain besar peserta dari SMA dan SMK melaporkan bahwa internet jardiknas hanya berhenti di ICT Center yakni di SMK Batik Purworejo, bahkan ada sekolah yang pernah menjadi client yang mengundurkan diri karena dimintai sejumlah biaya perawatan yang dianggap memberatkan. Untuk mempercepat penanganan, laporan tersebut langsung saya sampaikan ke Ibu Woro, staff Dinas yang hadir pada saat penutupan untuk segera diambil langkah konkret agar koneksi Internet jardiknas dapat dinikmati oleh sekolah yang pernah menjadi client.

Tiga hari berada di Purworejo saya manfaatkan untuk bersilaturrahim di PAYM Danukusumo yang didirikan di atas tanah wakaf Bapak Soeparto Danukusumo yang dulu pernah menjadi pejabat di Dinas P&K Jawa Tengah.

Sebuah catatan luar biasa yang paling mengesankan adalah ketika berpamitan dengan Bapak M. Hani, Kepala SMA N 1 Purworejo. Beliau dengan keramahannya berkenan mengantar saya hingga ke terminal Bus Purworejo. Luar biasa…. Terima kasih pak Hani atas pelayanannya yang luar biasa.

Terima kasih Pak Teguh, dan anak-anak di PAYM.