berikut sebuah tulisan hasil terjemahan bebas dan diubah sesuai
kondisi yg lebih umum dialami di indonesia
artikel asli berjudul “Riding in the Wet” ditulis oleh Steve E. dan
dipublikasi di site http://www.flamesonmytank. co.za
Steve sudah memberikan ijin tertulis utk menerjemahkan dan
menggunakannya di site ini

* utk saya, permukaan jalan yg basah bukanlah isu yg berat
dibanding fakta bahwa saya gak bisa liat2 apa2 saat berkendara dalam
hujan lebat
kaca helm (visor) saya berembun di bagian dalam,
dan terpaan hujan di luar membiaskan cahaya dari kendaraan di depan saya*

coba datangi toko yg menjual aerosol anti static cleaner
menyemprotkan cairan ini ke visor helm sebulan sekali akan mengurangi
terbentuknya embun
dan “mengisi” goresan2 di bagian luar visor yg menyebabkan biasan cahaya

ps. jangan langsung menyemprotkan cairan ke visor krn cairannya
(biasanya adalah butane)
bisa menyebabkan kerusakaan pada lining bagian dalam dan visornya itu
sendiri
semprotkan saja ke kain yg kering, baru dilapkan ke visor

tahapan paling berbahaya saat terjadi hujan lebat adalah 10 menit
pertama setelah hujan didmulai,
saat sebelum hujan, di jalan biasa terbentuk lapisan tipis, entah itu
dari cairan rem, oli, debu, solar, dll
ketika hujan mulai turun, lapisan tsb akan bercampur dng air, dan
membentuk campuran mematikan,
yg menunggu biker/motorist yang tidak siaga menghadapinya
berita baiknya.. setelah beberapa menit hujan turun, lapisan ini
akhirnya tersapu ke pinggir jalan
dan permukaan jalan bisa lagi memberikan cengkraman yg relatif cukup
baik thd ban

saya sangat menikmati berkendara dalam hujan, dng catatan, saya
menggunakan peralatan yg tepat dan lengkap
sehingga saya bisa sampai di tujuan dalam keadaan kering dan semangat
yg masih tinggi

ada 5 pedoman yg penting diingat saat berkendara dalam hujan :

1. adalah sangat mungkin utk jatuh saat melakukan pengereman,
banyak rider yg kehilangan rasa takutnya, saat merasa makin berpengalaman
lalu berkendara sangat dekat dng kendaraan di depannya
itu takabur
saat hujan, kendaraan (terutama mobil) lebih sering melakukan
pengereman mendadak
berkendara terlalu dekat di belakangnya, akan terpaksa ikut melakukan
pengereman mendadak
terlambat sedikit, tidak sempurna melakukannya akan berakibat jatuh

coba pikirkan,
jika kamu biasa berkendara di jalan tertentu dng kecepatan 80kmpj
dalam keadaan kering
dalam keadaan hujan, apakah gak sebaiknya kamu kurangi kecepatan
kurangi kecepatan sekitar 20% dibanding saat hujan
traksi yg dibutuhkan saat mengerem, akan berkurang saat hujan

bila berkendara di belakang mobil, berkendaralah di belakang lampu remnya
jangan di tengah2
jika mobil tsb tiba2 berhenti, dan kamu tidak sempat mengerem,
kamu masih bisa menghindar dng nyaman

mengeremlah dng rem belakang terlebih dahulu, baru kemudian secara
progresif menggunakan rem depan
jika ban belakang terkunci (lock up), begini tips yg biasa saya pakai
ban belakang terkunci, lihat ke atas, lihat ke depan, dan teruskan
berkendara dng lurus dan tegak
dng cara itu, motor masih bisa tegak dan bisa dikendalikan
2. usahakan utk tetap menegakkan posisi motor saat berbelok
ini bukan saat yg tepat utk ber-counter steering-ria atau malah
menyentuhkan lutut anda ke aspal
3. jaga ban utk selalu berada di permukaan yg baik
hindari berkendara di permukaan yg licin, jangan berkendara di
permukaan bercat
kurangi kecepatan saat melewati persimpangan, krn di tempat ini paling
mungkin terdapat sisa2 oli
posisikan diri agak ke depan, utk memindahkan berat lebih ke roda depan
4. berikan beban ke ban secara moderate (jangan beri stress berlebihan)
dan usahakan pembebanan hanya ke satu arah pada satu saat, misalnya dng :
– mengeremlah saat berkendara lurus, baru kemudian berbelok
– selesaikan belokan, baru kemudian menaikkan tenaga lagi
– mulailah mengerem dng rem belakang, baru kemudian gunakan rem depan
secara progresif
5. jika akan berkendara dalam hujan selama lebih dari satu jam atau
lebihhh,
turunkan tekanan ban sebesar 25%
faktanya.. jalan yg basah adalah permukaan yg licin, tetapi ban
mencengkram jalan
krn karet bisa mengisi berbagai lekukan kecil di jalan
dengan mengurangi tekanan ban sedikit, ban lebih cepat hangat dan
lebih fleksibel
sehingga memudahkan utk menggigit ke lekukan2 kecil tsb
6. jangan melewati genangan air atau lumpur, paku dan objek tajam
lainnya cenderung mengumpul di sana
paku yg basah lebih gampang masuk ke ban dibanding yg kering
7. pahami keterbatasan kemampuan masing2
jika hujan lebat disertai gemuruh dan kilat menjadi bahaya yg jelas
saat berkendara
lebih baik berhenti sampai kondisi membaik

mengerem saat berkendara dalam hujan :
“turunkan tekanan ban utk menambah traksi saat mengerem
gunakan lebih dahulu rem belakang, duduklah setegak mungkin,
jika rem belakang terkunci dan motor mulai fish-tail
jangan panik, itu bukan masalah, look up, look ahead, ride straight
lupakan soal ban belakang itu, dan mulai rem perlahan dng rem depan