Category: Umum


Bismillahirrahmaanirrahiim

Resensi film atau penilaian atas film bisa dibikin tak cuma oleh pengamat film. Seorang presiden juga bisa membuatnya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang dikenal dengan SBY, telah melakukannya.

Sehabis menonton film Laskar Pelangi, yang diangkat dari novel berjudul sama karya Andrea Hirata, dan disutradarai oleh Riri Riza, Rabu (9/10) malam di Studio 1 Blitz Megaplex Grand Indonesia, Jakarta, SBY menyampaikan penilaiannya atas film tersebut.

Diungkapkan oleh SBY di depan para peliput setelah keluar dari Studio 1, menjelang akhir masa jabatannya pada 2009 ia telah menonton tiga film yang memiliki kekuatan pesan dan merupakan karya seni bermutu, yaitu Naga Bonar Jadi 2, Ayat-ayat Cinta, dan Laskar Pelangi. “Saya kagum, bangga, dan menyampaikan penghargaan kepada semua film yang mempunyai kekuatan pesan di dalamnya. Pesan pendidikan sangat jelas disampaikan dalam film Laskar Pelangi,” ucapnya.

Ia mencatat dua hal penting dalam film Laskar Pelangi. “Pertama, dari segi estetika dan keindahan, film ini luar biasa. Akting para pemainnya natural dan menggambarkan betul situasi negeri kita waktu dulu dan sekarang,” katanya. “Kedua, anak-anak Laskar Pelangi mengingatkan bahwa semua orang membutuhkan pendidikan untuk masa depan. Ini amanah buat saya dan Mendiknas untuk meningkatkan efektivitas pendidikan negara kita,” katanya lagi.

Dengan dua hal tersebut, lanjutnya,  ia menyarankan agar film itu dipertontonkan juga di luar Indonesia.

Sayangnya, sebagaimana akunya di dalam Studio 1 sebelum menonton film Laskar Pelangi, ia belum membaca novelnya. Jadi, ia tidak bisa mengulas lebih jauh film tersebut. Tapi, “Saya dengar, karya seni ini indah, patut diapresiasi,” imbuhnya di hadapan mereka yang ada di Studio 1 sebelum film itu diputar mulai pukul 19.30 WIB.

Menonton film itu, SBY ditemani oleh istrinya, Ani Yudhoyono, dan satu dari dua putra mereka, Edi Baskoro. Ikut pula, Juru Bicara Kepresidenan Andi Malarangeng serta sejumlah menteri Kabinet Gotong Royong, yaitu Mendiknas, Menbudpar, Mensos, dan Menkominfo.

Sebagai tuan rumah, di samping Riri Riza, Andrea Hirata, dan Mira Lesmana (produser dari Miles Films), hadir 10 anak yang berperan sebagai anak-anak Laskar Pelangi. Datang pula Muslimah, guru dari Belitung yang kisah sejatinya menjadi bagian dari novel Laskar Pelangi dan dalam film tersebut dimainkan oleh Cut Mini. Diundang juga 100 anak jalanan di Jakarta

Komentar tentang Film Laskar Pelangi
http://surauinyiak.wordpress.com/2008/09/26/laskar-pelangi/

Akhirnya, jadi juga kami nonton film ini, setelah kemarin di hari pertama gagal karena kehabisan tiket. Padahal di hari pertama itu, cukup istimewa. Pasalnya, Sri Sultan Hamengkubuwono X beserta kru film Laskar Pelangi; Andrea Hirata sang penulis, Riri Riza sang sutradara dan Mira Lesmana sang produser mengadakan nonton bareng pada pemutaran perdananya di Jogja. Tapi kekecewaan itu terobati juga setelah menonton filmnya di hari kedua.

Secara keseluruhan film ini sangat bagus. Ceritanya cukup menggugah emosi dan gambar-gambar yang ditampilkan cukup membuat anakku berdecak kagum, “Emang itu di Indonesia Pa?, kok bagus amat? Emang ada tempat seperti itu di Indonesia?” Dan sejumlah pertanyaan lainnya yang membuatku kewalahan melayaninya. Memang harus diakui, bahwa pengambilan gambarnya sangat bagus, sehingga lokasi yang biasa-biasa saja terlihat sangat eksotis.

Karena aku tidak punya kapasitas dalam hal sinematografi, maka secara pandangan awam aku menyatakan suka dengan film ini. Meski aku juga harus jujur mengatakan bahwa visualitas yang ditinggalkannya di benakku setelah film ini berakhir tidak sekuat apa yang ditinggalkan film Ayat-Ayat Cinta. Kesan yang ditimbulkannya di hatiku tidak begitu dalam. Soundtrtacknya sepertinya tidak membuat film ini menjadi sesuatu yang bisa dikenang lama. Semoga aku salah!

Walaupun begitu, aku tetap menyatakan bahwa film ini wajib ditonton oleh semua khalayak, terutama para pelajar kota, orangtua dan praktisi pendidikan. Film ini berusaha menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk meraih cita-cita. Kunci utamanya ada pada diri kita; mau atau tidak?

Guru Luar Biasa = Murid Luar Biasa

Pak Harfan dan Bu Muslimah adalah dua orang guru yang luar biasa. Tekad mereka untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak tersebut telah mengalahkan pandangan keduniawian mereka. Sepertinya harta benda bukanlah tujuan utama. Mereka tetap bertahan di sekolah tersebut meski nyawa menjadi taruhannya.

Semangat itulah yang mereka tularkan kepada anak-anak hebat tersebut. Satu pesan Pak Harfan yang membuatku terkesan adalah: “Berilah sebanyak-banyaknya dan jangan minta sebanyak-banyaknya“. Tampak sebuah dorongan semangat keikhlasan yang luar biasa yang beliau tularkan kepada para Laskar Pelangi tersebut.

Kaya Ilmu = Kaya Harta

Lintang seorang anak nelayan miskin yang telah ditinggal ibunya untuk selamanya, memberi inspirasi semangat keilmuan bagiku. Meski harus menjaga adik-adiknya, tapi dia tetap bersemangat berangkat menuju sekolah reotnya yang berjarak hampir 80 km. Bahkan, di tengah jalanpun dia harus berbagi jalan dengan seekor buaya muara. Prinsipnya; “Untuk keluar dari segala kemelaratan ini, aku harus pintar dan berilmu…!”

Meski tekadnya untuk menuntut ilmu harus berhenti di tengah jalan karena kematian menjemput ayahnya, tapi semangat keilmuan itu tetap dia pertahankan. Di masa dewasanya, semangat itu dia tularkan kepada putrinya. Sungguh sebuah perjuangan yang luar biasa.

Kritikan Untuk Muhammadiyah

Secara tidak langsung, film ini telah mengangkat nama Muhammadiyah. Dengan dijadikannya sekolah Muhammadiyah sebagai lokasinya, tentu saja membuat nama Muhammadiyah semakin dikenal orang. Tapi, bagiku ini merupakan sebuah kritikan hebat bagi Muhammadiyah.

Melalui film itu sepertinya terlihat bagaimana tidak pedulinya pimpinan Muhammadiyah dari tingkat cabang sampai pusat dengan keadaan sekolah yang sudah nyaris rubuh tersebut. Pertanyaanku, apakah di masa itu tidak ada koordinasi maupun pengawasan dari pihak Muhammadiyah, sehingga membiarkan sekolah itu berjalan seperti itu? Entahlah!

Tapi yang pasti, pengalamanku belasan tahun yang lalu menunjukkan kebenaran kegelisahanku. Ketika aku dan beberapa kawan merintis sebuah sekolah dengan label Muhammadiyah di tengah hutan di sebuah desa terpencil di kota kaya minyak, Duri Riau, menunjukkan kebenaran ini. Di masa awal perintisan, sedikitpun kami tidak mendapat perhatian dari pimpinan Muhammadiyah. Tapi, begitu keberhasilan mulai nampak, berduyun-duyun mereka mendatangi kami dan memperkenalkan diri sebagai orang Muhammadiyah. Hah… film ini menggugah kembali memoriku yang indah sekaligus pahit bersama sekolah Muhammadiyah. Ya, aku pernah pada posisi Pak Harfan dan Bu Muslimah…

Akhirnya, dengan segala kekurangannya, aku tetap merekomendasikan film ini untuk ditonton. Sungguh, inspirasi yang ditunjukkan film ini akan dapat menggugah kita. Semoga film ini tidak berhenti sampai di sini. Kita tunggu kelanjutan sekuelnya, semoga…!

Yogyakarta- “Selain sebagai gerakan ppendidikan, Muhammadiyah juga sebagai gerakan budaya, film juga merupakan komponen penting dari budaya, dan film Laskar Pelangi bagi saya merupakan persembah saya pada Muhammadiyah,” tegas Andrea Hirata, penulis novel Laskar Pelangi, saat di hubungi redaksi muhammadiyah.or.id melalui sambungan telepon, Jum’at (27/09/2008).

Menurut Andrea, Film Laskar Pelangi merupakan Film yang sangat Muhammadiyah, dimana banyak nilai-nilai pendidikan Muhammadiyah yang tertanam di setiap pendidikan dasarnya termuat dalam film tersebut. “Syukur alhamdulillah setelah berpuluh-puluh tahun akhirnya Muhammadiyah punya film, dan melalui film ini, saya ingin memperkenalkan nilai-nilai pendidikan Muhammadiyah yang selama ini saya dapat melalui pendidikan dasarnya,” jelas Andrea.

Lebih lanjut menurut Andrea, berkaitan dengan peluncuran film Laskar Pelangi mulai tanggal 25 Sepetember 2008, adalah peluang besar bagi Muhammadiyah untuk memperlihatkan, betapa hebat dan mulia nilai-nilai yang selama ini dikembangkan dalam diri Muhammadiyah. “Saya harap film ini wajib ditonton warga Muhammadiyah, bagi yang tua maupun muda, karena banyak pesan yang terkandung di dalamnya. Buku Laskar Pelangi, buku yang sangat Muhammadiyah, telah menjadi buku terlaris dalam sejarah Indonesia, Film Laskar Pelangi, film yang sangat Muhammadiyah, sepanjang saya dengar kemarin, juga mencatat penonton terbanyak pada pemutaran film perdana di Indonesia,” ungkap Andrea

http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1314&Itemid=2

Selamat Idul Fitri 1429 H

Bismillahirrahmaanirrahiim

Lepas dari kemungkinan adanya perbedaan dalam menentukan Hari Raya Idul Fitri, yang jelas, seluruh umat Islam di dunia ini akan segera merayakan hari yang biasa dianggap ‘kemenangan’ tersebut. Perayaan rutin setiap tahun ini menjadi momen sangat penting setelah berpuasa selama sebulan pada bulan Ramadhan. Seluruh umat Islam merayakannya dengan suka dan cita, baik yang rajin puasa maupun yang hanya alakadarnya.

Sebagaimana sudah maklum, selain Hari Raya Idul Fitri, umat Islam juga punya Hari Raya Idul Adha pada 10 Dzulhijjah. Dalam literatur-literatur Islam klasik, hari raya ini disebut Idul Akbar (hari raya besar), sementara Idul Fitri hanya disebut sebagai Idul Ashgar (hari raya kecil).. Sebagaimana hari-hari besar lain, Idul Fitri tentu memiliki makna umum sebagai hari libur nasional sekaligus makna khusus yang dirasakan umat Islam. Paling tidak, Idul Fitri dianggap sebagai hari kemenangan mengalahkan hawa nafsu dengan berpuasa sebulan penuh.

Erat kaitannya dengan Hari Raya Idul Fitri adalah zakat fitrah yang wajib dikeluarkan setiap individu Muslim. Kalimat kedua dari dua terma ini (Idul Fitri dan zakat fitrah) adalah kalimat yang berasal dari bahasa Arab fithrah yang berarti natural atau dalam bahasa Indonesianya biasa diterjemahkan sebagai segala sesuatu yang suci, bersifat asal, atau pembawaan (Kamus Besar Bahasa Indonesia: 1997)..

Sisi etimologis
Idul Fitri terdiri dari dua kata. Pertama, kata ‘id yang dalam bahasa Arab bermakna `kembali’, dari asal kata ‘ada. Ini menunjukkan bahwa Hari Raya Idul Fitri ini selalu berulang dan kembali datang setiap tahun. Ada juga yang mengatakan diambil dari kata ‘adah yang berarti kebiasaan, yang bermakna bahwa umat Islam sudah biasa pada tanggal 1 Syawal selalu merayakannya (Ibnu Mandlur, Lisaanul Arab).

Dalam Alquran diceritakan, ketika para pengikut Nabi Isa tersesat, mereka pernah berniat mengadakan ‘id (hari raya atau pesta) dan meminta kepada Nabi Isa agar Allah SWT menurunkan hidangan mewah dari langit (lihat QS Al Maidah 112-114). Mungkin sejak masa itulah budaya hari raya sangat identik dengan makan-makan dan minum-minum yang serba mewah. Dan ternyata Allah SWT pun mengkabulkan permintaan mereka lalu menurunkan makanan.(QS Al-Maidah: 115).

Jadi, tidak salah dalam pesta Hari Raya Idul Fitri masa sekarang juga dirayakan dengan menghidangkan makanan dan minuman mewah yang lain dari hari-hari biasa. Dalam hari raya tak ada larangan menyediakan makanan, minuman, dan pakaian baru selama tidak berlebihan dan tidak melanggar larangan. Apalagi bila disediakan untuk yang membutuhkan.

Abdur Rahman Al Midani dalam bukunya Ash-Shiyam Wa Ramadhân Fil Kitab Was Sunnah (Damaskus), menjelaskan beberapa etika merayakan Idul Fitri. Di antaranya di situ tertulis bahwa untuk merayakan Idul Fitri umat Islam perlu makan secukupnya sebelum berangkat ke tempat shalat Id, memakai pakaian yang paling bagus, saling mengucapkan selamat dan doa semoga Allah SWT menerima puasanya, dan memperbanyak bacaan takbir. Kata yang kedua adalah Fitri. Fitri atau fitrah dalam bahasa Arab berasal dari kata fathara yang berarti membedah atau membelah, bila dihubungkan dengan puasa maka ia mengandung makna `berbuka puasa’ (ifthaar). Kembali kepada fitrah ada kalanya ditafsirkan kembali kepada keadaan normal, kehidupan manusia yang memenuhi kehidupan jasmani dan ruhaninya secara seimbang. Sementara kata fithrah sendiri bermakna `yang mula-mula diciptakan Allah SWT` (Dawam Raharjo, Ensiklopedi Alquran: hlm 40, 2002). Berkaitan dengan fitrah manusia, Allah SWT berfirman dalam Alquran: “Dan ketika Tuhanmu mengeluarkan anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): Bukankah Aku ini Tuhanmu?.

Mereka menjawab:”Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi. (QS. Al A`râf: 172).” Ayat ini menjelaskan bahwa seluruh manusia pada firtahnya mempunya ikatan primordial yang berupa pengakuan terhadap ketuhanan Allah SWT. Dalam hadis, Rasulallah SAW juga mempertegas dengan sabdanya: “Setiap anak Adam dilahirkan dalam keadaan fitrah: kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani dan Majusi (HR. Bukhari).” Hadits ini memperjelas kesaksian atau pengakuan seluruh manusia yang disebutkan Alquran di atas.

Sisi terminologi
Kendati dalam literatur-literatur Islam klasik, Idul Fitri disebut sebagai Idul Ashgar (hari raya yang kecil) sementara Idul Adhha adalah Idul Akbar (hari raya yang besar), umat Islam di Tanah Air selalu terlihat lebih semarak merayakan Idul Fitri dibandingkan hari-hari besar lainnya, bahkan hari raya Idul Adha sekalipun. Momen Idul Fitri dirayakan dengan aneka ragam acara, dimulai dengan shalat Id berjamaah di lapangan terbuka hingga halal bi halal antar keluarga yang kadang memanjang hingga akhir bulan Syawal.

Dalam terminologi Islam, Idul Fitri secara sederhana adalah hari raya yang datang berulang kali setiap tanggal 1 Syawal yang menandai puasa telah selesai dan kembali diperbolehkan makan minum di siang hari. Artinya, kata fitri disitu diartikan `berbuka atau berhenti puasa` yang identik dengan makan-makan dan minum-minum. Maka tidak salah apabila Idul Fitri pun disambut dengan pesta makan-makan dan minum-minum mewah yang tak jarang terkesan diada-adakan oleh sebagian keluarga.

Terminologi Idul Fitri seperti ini harus dijauhi dan dibenahi, sebab selain kurang mengekspresikan makna Idul Fitri sendiri, juga terdapat makna yang lebih mendalam lagi. Pada hakekatnya Idul Fitri merupakan penutup dari rangkaian ibadah siyam selama sebulan penuh. Teristimewa lagi di 10 hari terkhir bulan Ramadhan. Dimana Allah “jor-joranmengobral pahala, bahkan dengan iming-iming yang sangat menggiurkan, yakni Malam Qadr yang nilainya jauh lebih baik dari 100 bulan. Saat ini, sebagian besar umat Islam sudah tidak tertarik lagi dengan titah dan sunah rasul untul menghidupkan malam di 10 hari terakhir, berburu malam qadr dan melakukan i’tikaf. Kita sudah teramat lelah dan letih mengejar kesempurnaan duniawi di siang hari, sehingga tidak ada waktu lagi untuk mengais bekal untuk keperluan mudik kita ke alam kekal.

Kesibukan luar biasa kita menjelang idul fitri yang justru mengorbankan esensi dari ibadah siyam kita, sungguh sangat diisayangkan dan sangat memprihatinkan. Padahal di saat yang sama kita berharap dengan itqun minannaar (terbebasnya dari belenggu neraka). Boleh jadi kita bersedih, karena Ramadhan segera berakhir. Bulan training singkat untuk mendapatkan sertifikasi Taqwa lengkap dengan fasilitas dan bonusnya. Boleh jadi kita bergembira menyambut Idul Fitri karena selama ramadhan kita sudah merupaya maksimal menyempurnakan ibadah siyam kita, lengkap dengan segala amalannya.

Semoga ramadahan yang masih tersisa beberapa menit ini benar-benar dapat menyelamatkan kehidupan akhirat kita. Apa artinya itikaf 10 hari dibanding dengan penantian hisab kita kelak. (pernahkah kita membayangkan antri BLT untuk orang se kecamatan? atau orang se negara? atau sedunia?)

Selamat Idul Fitri 1429 H.

Taqabbalallahu minna wa minkum

Kurma Ber-parafin?

Ada pengalaman sedikit tentang kurma.
Waktu saya beli kurma penjualnya “jujur” mengatakan: pak kalau mau dimakan kurmanya dicuci dengan air panas dulu. Dalam hati bertanya-2 ada apa dengan cinta eh dengan kurma ini. Mungkinkah kurma ini sudah disemprot atau dilapis dengan parafin seperti buah2an import?. Saya lakukan percobaan saja sbb:
Saya godog air sampai mendidih,lalu saya masukkan kurma,biarkan 5 menit, terjadi busa putih. Saat busa saya ambil dan dinginkan terasa ditangan seperti Vet putih. Wah benar juga kelihatannya kurma import sudah disemprot parafin agar awet. Untuk tes parafin atau bukan, dekatkan pada api, kalau langsung hilang (menguap) mungkin benar parafin.
Kalau kurma itu langsung dimakan apa kata dunia? eh apa yang terjadi dengan usus kita.
Bagaimana nih badan POM?
Untuk apel import cobalah kulit luar dikerok pisau, akan terdapat kristal2 tipis yang kalau dipanaskan api terbuka langsung menguap.
Salam

Blog pada WordPress.com. | Tema: Motion oleh volcanic.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.